Selasa, 04 Desember 2012

Semerbak Melati di Padang Sunyi

Setiap kali melangkah beribu-ribu jejak kuikuti
menyusuri hutan dan sabana, melintasi gemercik air 
menjelajahi bukit-bukit dan lembah-lembah yang murung 
tampak jelas tapak-tapak derita sang alam
Satu per satu keindahan itu mulai pudar 
selangkah demi selangkah jejak itu membuat bencana 
tampak jelas batu-batu cadas yang merintih kesakitan 
lihatlah pepohonan mengaduh kepedihan
Yang dulu dikata orang kau begitu mempesona 
yang dulu dibilang orang kau begitu melenakan 
kini hanya tangis yang kurasakan 
hanya penderitaan yang kau bagikan
Tak ada lagi senyum-mu yg membahagiakan 
hilang sudah keceriaan yg mengobati hati ini 
malang seakan terus menimpamu 
hari demi hari kian menjadi
Hingar-bingar kehidupan dunia kita bawa kesana 
nafsu angkara murka kita tanam didalamnya 
hingga, langit pun tak kuasa mendengar jeritan-mu 
sampai seisi alam ini bermandikan air mata :((
Kejam-kah kita pada-nya 
setega itukan hati kita berbuat 
masihkan ada setitik embun dihati ini 
yang menyejukan luka alam ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar