menyusuri hutan dan sabana, melintasi gemercik air
menjelajahi bukit-bukit dan lembah-lembah yang murung
tampak jelas tapak-tapak derita sang alam
tampak jelas batu-batu cadas yang merintih kesakitanmenjelajahi bukit-bukit dan lembah-lembah yang murung
tampak jelas tapak-tapak derita sang alam
lihatlah pepohonan mengaduh kepedihan
Yang dulu dikata orang kau begitu mempesona
yang dulu dibilang orang kau begitu melenakan
kini hanya tangis yang kurasakan
hanya penderitaan yang kau bagikan
yang dulu dibilang orang kau begitu melenakan
kini hanya tangis yang kurasakan
hanya penderitaan yang kau bagikan
Tak ada lagi senyum-mu yg membahagiakan
hilang sudah keceriaan yg mengobati hati ini
malang seakan terus menimpamu
hari demi hari kian menjadi
hilang sudah keceriaan yg mengobati hati ini
malang seakan terus menimpamu
hari demi hari kian menjadi
Hingar-bingar kehidupan dunia kita bawa kesana
nafsu angkara murka kita tanam didalamnya
hingga, langit pun tak kuasa mendengar jeritan-mu
sampai seisi alam ini bermandikan air mata :((
nafsu angkara murka kita tanam didalamnya
hingga, langit pun tak kuasa mendengar jeritan-mu
sampai seisi alam ini bermandikan air mata :((
Kejam-kah kita pada-nya
setega itukan hati kita berbuat
masihkan ada setitik embun dihati ini
yang menyejukan luka alam ini
setega itukan hati kita berbuat
masihkan ada setitik embun dihati ini
yang menyejukan luka alam ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar